Makanan Sehat dan Tidak Sehat
Nama : Oki Rangga Wijaya
Prodi : S1 Gizi
NIM : 1022201016
Makanan sehat adalah makanan yang seharusnya mengandung
beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh memerlukan berbagai macam
nutrisi agar dapat tetap sehat dan pertumbuhan dapat berjalan dengan optimal.
Syarat makanan yang sehat (4 sehat 5 sempurna), yaitu bersih, memiliki gizi
yang baik dan seimbang. Keseimbangan makanan sehat adalah makanan yang memiliki
kandungan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin,.Kita bisa mengonsumsi beragam
jenis makanan sehat, tanpa terbatas pada satu jenis saja. Mengonsumsi berbagai
jenis makanan bisa memberikan nutrisi yang berbeda, sehingga gizi yang
diperlukan oleh tubuh bisa terpenuhi
Contoh Makanan Sehat :
Oatmeal
Oatmeal merupakan makanan super atau superfood yang tinggi
serat dan sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Selain nutrisinya yang
lengkap, sarapan dengan makanan ini dapat menjaga kenyang hingga saat makan
siang.Namun untuk mendukung aktivitas seharian, siapkan menu sarapan oatmeal
dengan campuran susu dan madu agar lebih enak dan lezat. Sarapan ini juga mampu
memberikan energi yang cukup untuk Anda yang sibuk.
Ubi
Jenis umbi-umbian juga termasuk makanan sehat dan bergizi
yang merupakan sumber energi yang kaya nutrisi. Makanan ini bisa menjadi
pengganti nasi yang sebenarnya kurang sehat.Ubi banyak mengandung vitamin B6,
C, kalium, mangan, dan mineral lain yang sangat dibutuhkan tulang dan
meningkatkan imunitas tubuh Ubi juga menjadi sumber vitamin A yang penting
untuk kesehatan mata.
Telur
Telur juga dikenal kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Makanan ini baik untuk melindungi kulit, kesehatan mata, dan memberikan sumber
energi untuk aktivitas seharian.
Yogurt
Yogurt diketahui kaya probiotik yang baik menjaga sistem
pencernaan. Makanan ini juga mengandung protein, vitamin B12, kalsium, kalium,
zinc, dan fosfor. Agar terasa enak, bisa ditambahkan madu atau buah.
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan juga termasuk makanan sehat dan bergizi yang
penting untuk tubuh. Selain mampu menjaga kesehatan jantung, kacang juga kaya
serat dan antioksidan yang baik untuk menjaga pencernaan dan mencegah penyakit.
Makanan
tidak sehat adalah berbagai jenis atau bahan makanan yang mengandung gizi tidak
seimbang. Umumnya, makanan tidak sehat hanya mengandung sedikit zat dan sedikit
serat yang dibutuhkan untuk perkembangan tubuh. Selain itu, apabila dikonsumsi
secara berlebihan maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif. seperti
timbulnya penyakit, menghambat perkembangan tubuh, mengurangi kecerdasan otak,
mengurangi fungsi gerak anggota badan, bahkan dapat menimbulkan kematian.Selain
perlu mengonsumsi makanan sehat, kamu juga harus mengenali makanan yang
sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan kesehatan. Makanan tersebut,
antara lain:
Contoh Makanan Tidak Sehat :
Daging Babi
Daging babi atau biasa disebut dengan bacon yang merupakan
salah satu makanan favorit di Amerika Serikat ini ternyata berbahaya bagi tubuh
karena mengandung nitrat dan nitrit. Dua kandungan tersebut ternyata sangat
erat kaitannya dengan kanker dan penyakit darah. Selain itu bacon juga memiliki
kadar lemak jenuh dan tak jenuh sebesar kadar kandungan sodiumnya yaitu 150
miligram per iris.
Permen dan Manisan
Seperti yang Anda tahu bahwa permen atau menisan memiliki
kadar gula yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan gigi, menaikkan
berat badan hingga diabetes bila terlalu banyak mengonsumsinya. Jadi sebaiknya
dibatasi dalam pengonsumsi permen atau manisan sebanyak 1 atau 2 buah permen
sehari untuk anak-anak maupun orang dewasa untuk menurunkan resiko yang mungkin
ditimbulkan.
Produk Susu
Sebagian besar menganggap bahwa produk-produk yang terbuat
dari susu seperti keju, yogurt dan mentega adalah sesuatu yang baik dikonsumsi
oleh tubuh. Namun tidak demikian bila kadar pengonsumsian terlalu berlebihan.
Efek yang ditimbulkan bermacam-macam, seperti perut kembung, mual, dan gangguan
saluran pencernaan.
Gorengan
Yang dimaksud dengan gorengan di sini adalah jenis makanan
apapun yang proses memasaknya dengan cara digoreng. Banyak resiko yang ditimbulkan
oleh makanan yang digoreng, antara lain penyakit jantung, diabetes,
gastroenteritis, obesitas, memperlambat tingkat metabolisme, dll. Gorengan
mungkin favorit bagi semua orang tapi juga beresiko tinggi bila dikonsumsi
dalam jangka waktu yang panjang.
Makanan Cepat Saji
Meskipun banyak yang sudah memahami bahaya dan resiko dari makanan cepat saji, masih banyak yang menjadikan jenis makanan ini menjadi santapan sehari-hari. Salah satu efek utama dari mengonsumsi makanan cepat saji adalah obesitas yang selalu menyebabkan penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Selain itu juga menyebabkan luka pada dinding lambung dalam saluran pencernaan.
Coklat
Coklat memang dianggap sebagai makanan yang memberikan efek
positif bagi tubuh yang mengonsumsinya. Namun, ternyata tidak itu saja. Coklat
juga dapat memberikan resiko bagi kesehatan kita. Satu bar coklat susu yang
memiliki 1,55 ons atau 44 gram, mengandung 235 kalori, 13 gram lemak, dan 221
gram gula. Satu ons coklat biasa mengandung 156 kalori, 9 gram lemak dan 13
gram gula. Kandungan-kandungan tersebut dapat beresiko obesitas dan gagal
jantung bagi konsumen. Selain itu juga dapat menimbulkan resiko diabetes dan
gigi berlubang.
Minuman Bersoda
Minuman bersoda bisa ataupun diet coke,sama-sama berbahaya
bagi tubuh bila dikonsumsi berlebihan. Banyak yang menganggap bahwa diet coke
dapat menjadi alternatif minuman bagi Anda yang sedang melakukan diet, namun
itu salah! Sebuah studi yang memakan waktu hingga sebelas tahun lamanya,
Harvard mengadakan eksperimen yang menunjukkan seorang wanita yang minum diet
coke mengalami peningkatan dua kali lipat dalam penurunan fungsi ginjal. Selain
itu, ada peningkatan 34% pada sindrom metabolik, peningkatan lemak perut dan
kolesterol menyebabkan resiko gagal jantung. Minuman bersoda juga cenderung
mengikis enamel gigi Anda dan membuatnya cepat rusak.
Sayur Kalengan
Meskipun sayuran adalah salah satu makanan paling menyehatkan
bagi tubuh, tapi tidak demikian dengan sayur kalengan. Hal itu dikarenakan
Bisphenol A yang merupakan senyawa organik yang digunakan untuk membuat
berbagai plastik dan ditemukan di sebagian besar produk makanan kalengan.
Bisphenol A dapat melindungi kaleng dari korosi logam dan bakteri tapi juga
dapat mengganggu perkembangan saraf pada janin, gangguan endokrin, penyakit
jantung dan kanker. Makanan kaleng juga menimbulkan risiko natrium tinggi,
terutama pada diet rendah garam.
Keripik Kentang
Keripik kentang yang menjadi camilan favorit semua orang
ternyata juga memiliki resiko bagi kesehatan konsumennya. Efek yang ditimbulkan
oleh keripik kentang adalah naiknya berat badan, karena satu ons keripik
kentang polos mengandung setidaknya 150 kalori. Selain itu, keripik juga sangat
rendah gizi dan memiliki kandungan natriumnya dapat menyebabkan resiko penyakit
jantung seperti tekanan darah tinggi, dll. Terakhir, kandungan lemak yang
tinggi dalam keripik kentang juga menyebabkan kolesterol tinggi.
Popcorn Panggang
Camilan yang satu ini memang camilan favorit sebagai teman
untuk nonton film. Tapi, ternyata popcorn juga beresiko untuk kesehatan Anda
lo. Laporan dari BPOM bahwa terdapat perasa mentega palsu ditemukan pada
popcorn. Selain itu dilaporkan juga bahwa wadah popcorn yang digunakan di
microwive juga memiliki lapisan bahan yang rusak ketika dipanaskan. Kedua hal
tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit paru-paru dan jantung. Maka dari
itu, konsumen popcorn disarankan untuk membuat popcorn menggunakan kompor dan
membumbuinya dengan minyak zaitun saja agar le


Comments
Post a Comment